SEJARAH PERKEMBANGAN HAM

Human Rights atau hak asasi merupakan Hak hak pokok yang di miliki oleh setiap manusia sejak manusi itu dilahirkan ke bumi. Manusia sebagai makhluk mulia dan terhormat karena telah diberikan Akal, hati, dan rohani oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dalam kurun waktu kebelakang sudah banyak upaya-upaya gerakan yang bertujuan untuk mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk terhormat. Piagm Magna Charta adalah Piagam pertama yang muncul untuk membela manusia dari perasaan ketidakadilan. Kemudian, mulai berdatangan berbagai Piagam-Piagam yang bertemakan sama setelah Piagam magna Charta dikeluarkan.
• Piagam Magna Charta: piagam yang berisikan bahwa kekuasaan raja harus dibatasi dan HAM lebih pentingkan dibanding dengan kekuasaan Raja, tidak seorang yang merdeka pun yang dapat dirampas kekayaannya kecuali atas dasar hukum.
• Piagam Habeas Carpus Act :piagam yang berisikan bahwa hukum harus memberikan bukti-bukti ketika melakukan penangkapan terhadap seseorang dan pemeriksaan terhadap orang tersebut tidak boleh diperiksa lebih dari 2 hari.
• Piagam Bill Of Rights : piagam yang berisikan pembuatan undang-undang harus dengan persetujuan parlemen.
• Declaration Of independence Of Amerika : piagam yang berisikan bahwa semua manusia itu diciptakan sama  dan dikaruniai hak-hak yaitu hak untuk hidup, hak untuk kebebasan, dan hak untuk mengejar kebahagiaan.
• La Declaration Des Droits:piagam yang berisikan manusia dilahirkan dalam keadaan bebas dan mempunyai hak untuk hidup yang sama dan kebebasan penduduk.
• The Four Freedom of Roosevelt
• The Universal Declaration of Human Rights : piagam yang berisikan Perincian Hak Asasi Manusia PBB (The Unite States)

Posted by
Ihsan Fauzan

More

SISTEM POLITIK DEMOKRASI YANG DI ANUT INDONESIA

Sistem politik yang di anut di Indonesia adalah demokrasi pancasila. Karna demokrasi pancasila memelihara keseimbangan antara konflik dan konsensus yng memungkinkan perbedaan pendapat, persaingan, dan pertentangan antar individu dengan inividu lain, individu dengan pemerintah, dan individu dengan berkelompok.
Sistem politik demokrasi adalah sistem yang memberikan dan menyediakan mekanisme yang mengatur konflik sampai pada titik penyelesaian yang bersepakatan. Segala kebijakan pemerintah diharuskan berdasarkan keputusan musyawarah atau bersama yang dilakukan secara arif dan bijaksana dan sesuai dengan jiwa pancasila. Dengan demikian, dalam musyawarah harus dapat menampung perbedaan pendapat antara satu sama lain masyarakat.
Bentuk partisipasi rakyat pada politik dalam sistem pemerintahan demokrasi merupakan terpilihnya perrwakilan rakyat pada lembaga – lembaga DPR, DPRD, dan DPD yang dipilih langsung oleh rakyat melalui  pemilihan umum yang dilaksanakan secara jujur, adil, dan transparan pada pemungutan hasilya.
Bentuk perwujudan hak dan wewenang warga Indonesia dalam demokrasi pancasila ialah, menjadi anggota atau pengurus organisasi masyarakat yang sesuai dengan pasal 28 UUD 1945 kemudian ikut aktif dalam kegiatan koperasi dan kegiatan ekonomi sesuai dengan pasal 33 UUD 1945 dan juga memperoleh penidikan dan ikut menangani serta mengembangkan pendidikan sesuai dengan pasal 31 UUD 1945.  
 

Posted by
Ihsan Fauzan

More

HASIL BUDAYA BERTANGGUNG JAWAB YANG DITERAPKAN PADA ANAK


Ada pepatah yang mengatakan bahwa “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”, pepatah tersebut memiliki makna yaitu tingkah laku anak tidak akan berbeda jauh dengan tingkah laku orang tuanya. Seorang anak akan belajar dari apa yang dia lihat dan akan menjadikannya sebagai sifatnya sendiri nantinya, orang tua sebagai orang yang telah melahirkannya dan sebagai lingkungan yang sering berada didekatnya secara otomatis maka si anak akan menjadikan orang tuanya tersebut sebagai acuan atau patokan untuknya. Sehingga ia akan menirukan tingkah laku atau pun sifat dari orang tuanya itu, jika orang tua tersebut memiliki jiwa atau sifat yang baik maka anak dari orang tua tersebut akan menirunya. Demikian pula sebaliknya.

Selain menanamkan sifat yang baik-baik pada anak, anak juga perlu di tanamkan sifat bertanggung jawab. Semua proses pembelajaran pada anak tersebut harus dimulai dari kecil sehingga anak tersebut akan menjadi anak anak yang berkualitas untuk melanjutkan kehidupan manusia dan kehidupan berbangsa selanjutnya.

Anak anak kecil sudah mulai berani berbohong, kemudian ketika mereka sekolah mereka membolos,menyontek,tawuran,dan sebagainya, bahkan ketika ia sudah bekerja mungkin ia akan melakukan KKN atau korupsi.

Nyatanya masih banyak anak-anak yang memiliki moral dan tingkah laku yang buruk saat ini. Semua itu berasal dari pembelajaran yang  salah dari orang tua mereka disaat mereka kecil. Sehingga anak itu beranjak dewasa dan sudah sulit untuk merubah tingkah laku buruknya itu. 

Maka menanam sifat bertanggung jawab dan sifat sifat lainnya pada anak dari kecil sangatlah penting guna mencetak generasi atau anak anak muda selanjutnya yang berkualitas yang akan melanjutkan kehidupan kedepannya demi menciptakan kualitas bangsa yang lebih baik.

Posted by
Ihsan Fauzan

More

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

  MAKNA TANGGUNG JAWAB

Secara garis besar tanggung jawab dapat di artikan sebagai kesiapan menerima suatu tugas ataupun kewajiban. Arti tanggung jawab itu sendiri semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab karena jauh lebih enak untuk “menghindari” tanggung jawab, dari pada “menerima” tanggung jawab.

Dalam sebuah pribahasa pun terdapat keterkaitan tanggung jawab didalamnya, “ Lempar batu sembunyi tangan “.peribahasa tersebut mengartikan seseorang yang tidak berani bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri, sehingga dia membiarkan orang lain menanggung beban dari tanggung jawab yang seharusnya ia terima.

Seseorang mau bertanggung jawab karena adanya kesadaran atas segala perbuatan dan akibatnya. Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia itu tersebut, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.
Tanggung jawab juga merupakan ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu menempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

MAKNA PENGABDIAN

Wujud tanggung jawab juga berupa pengabdian. Pengabdian adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adaah perbuatan baik yg berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu diakukan dengan rasa ikhlas.

Pengabdian pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Tanggung jawab yang harus ia laksanakan meskipun sangat berat menjalankannya.

  MAKNA PENGORBANAN

Pengorbanan dapat berarti sebagai pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya.

Perbedaan antara pengertian pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesama kawan, sulit dikatakan pengabdian, karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
 
Sumber :


Posted by
Ihsan Fauzan

More

kasus keadilan dan penderitaan


 
Ironis memang ketika membicarakan tentang keadilan dinegeri tanah air yang kita cintai ini. Karena disebabkan moral dari penegak hukum yang menyimpang dari kodratnya sebagai penegak hukum yang seharusnya menegakan hukum seadil-adilnya. Banyak yang berpendapat bahwa dinegara ini yang kaya akan semakin kaya sedangkan yang miskin akan semakin miskin dan tertelan bumi.

Seorang nenek berumur 55 tahun yang bekerja sebagai petani dipenjara selama 1,5 bulan hanya karena mencuri 3 buah (cokelat) kakao yang jika dirupiahkan harganya kurang dari Rp.5000,- . namun ketika koruptor yang menyelipkan uang negara ke saku pribadinya yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan orang banyak hanya dihukum kurungan penjara dalam kurun waktu yang tidak pantas dengan melihat apa yang ia lakukan. Banyak masyarakat indonesia merasakan penderitaan kemiskinan akibat perbuatan korupsi yang dilakukannya. Alhasil adalah si mikin akan selalu miskin dan semakin miskin.

Nyatanya ketidakadilan dan penderitaan memiliki hubungan sebab akibat yang saling dukung satu sama lainnya. Orang yang merasa tidak mendapatkan keadilan pasti menderita.

Posted by
Ihsan Fauzan

More

Manusia dan keadilan


 
Keadilan

Dalam pendapat umum Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan suatu tuntutan hak dan menjalankan kewajiban dimana setiap orang memperoleh apa yang menjai haknya dan setiap orang pula memperoleh bagian yang sama atas kekayaan bersama.  Menurut Aristoteles keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal.

Sebagai contoh, seorang pembatu rumah tangga yang di upah standar minimum namun pekerjaan yang dilakukannya tidak sebanding dengan upah yang diterimanya. Namun karena tuntutan hidup dan peluang pekerjaan baginya susah didapat mau tidak mau pun maka pekerjaan itu diterima dan dikerjakannya saja. Disini dapat terlihat bentuk – bentuk dari ketidakadilan terhadap pembantu rumah tangga yang seharusnya ia mendapat upah layak atau sebanding dengan pekerjaan yang ia lakukan. Masih bnyak contoh-contoh keadilan diluar sana baik itu dalam bidang hukum, perilaku, prestasi, dll


 
Kejujuran dan Kebenaran
 
“ Jujur “ dari kita mendengar katanya saja kita dapat mengartikan sebagai tingkah laku atau prilaku yang mulia. Karena jujur itu adalah apa yang dikatakan atau diucap seseorang sesuai dengan hati nurani dan kenyataan  tanpa harus ditambah-tambahkan. Jujur juga dapat diartikan sebagai penepatan janji. Karena seseorang yang tidak menepati janji berarti mendustai dirinya sendiri. Oleh sebab itu semua ajaran agama mengajarkan untuk melakukan hal ini yaitu jujur dan menegakan kebenaran.

Dalam kehidupan sehari-hari jujur dan tidak jujur sudah merupaka bagian hidup yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri. Banyak hal yang membuat orang berbuat tidak jujur mungkin karena tidak rela, pengaruh lingkungan, social ekonomi, bahkan seseorang sering berbuat tidak jujur karena didikan dari orang tuanya yang kemudian ditiru oleh keturunannya, sehingga menjadikan kebiasaan yang sudah melekat pada anak dan hingga terbawa sampai dewasa.

 
Kecurangan

Kecurangan memiliki arti yang hampir mendekati dengan ketidakjujuran atau tidak jujur dan identik dengan licik. Kecurangan atau curang  artinya adalah maksud untuk memperoleh keuntungan secara instan namun dijalan yang salah.kecurangan merupakan salah satu bentuk dari penyimpangan sosial dikehidupan.
Macam – macam sebab orang melakukan kecurangan  itinjau ari beberapa aspek yaitu :

  1. Aspek Ekonomi
  2. Aspek Kebudayaan
  3. Aspek Peradaban
  4. Apek Teknik
Kecurangan atau penyimpangan sosial ini tidak akan terjadi bila kehidupan dilakukan atau dijalankan secara wajar dan sesuai dengan norma – norma moral, norma hukum, dan norma agama. Dengan menjalankan norma – norma kebaikan tersebut maka kita akan mengerti yang mana yang baik yang mana yang buruk untuk dilakukan.dan kehidupan pun terjalankan dengan sejahtera.


Pembalasan
 
Pembalasan adalah sifat atau tingkah laku yang ingin melihat orang yang dikehendakinya merasakan apa yang ia rasakan baik itu berupa siksaan atau penderitaan maupun berupa kebaikan ataupun rasa terimakasih. 

Dalam Al-Quran terapat ayat-ayat yag menyatakan bahwa tuhan akan menjanjikan pembalasan bagi orang yang bertaqwa kepada Allah SWT dan juga pembalasan bagi orang yang mengingkarinya yaitu berupa kenikmatan maupun siksaan dineraka, karena sesungguhnya Allah SWT maha zat yang berkuasa.    

SUMBER :            
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar/manusia-dan-keadilan

Posted by
Ihsan Fauzan

More

About

Universitas Gunadarma


Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Ihsan AREA

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger